Tradisi merupakan sesuatu yang telah di lakukan sejak lama dan menjadi suatu bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya berasal dari suatu daerah, kebudayaan, waktu atau agama yang sama, dimana nantinya akan menjadi sebuah kebiasaan. Tradisi ritual poka kajuadalah kebiasaan/adat yang dilakukan oleh masyarakat ketika akan melakukan proses pembuatan rumah adat atau sa’o nggua yang baru. Tujuan dari tradisi ritual poka kaju ini adalahmemohon bantuan kepada para leluhur dan penghuni alam lainnya untuk mengizinkan usaha penebangan pohon dan melindungi para pekerja dari ancaman bala. Dalam skripsi ini yang menjadi rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana proses pelaksanaan ritual poka kaju pada masyarakat Desa Wolotopo Kecamatan Ndona Kabupaten Ende (2) Apa makna yang terkandung dalam proses pelaksanaan ritual poka kaju pada masyarakat Desa Wolotopo Kecamatan Ndona Kabupaten Ende.
Hasil penelitian skripsi ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ritual poka kajudalam proses pembuatan sa’o ngguayaitu: (1) pati ka embumamo(2)tai ndolu (3) joka taka dan dhali topo (4) le’a lako(5) poka kaju(6) dube nitu. Dan makna-makna yang terkandung dalam proses pelaksanaan ritual poka kajuadalah makna permohonan, makna kesatuan, makna kerendahan hati, makna kepatuhan, makna kebersamaan, makna perjuangan, makna ucapan terima kasih, dan makna religius.
PEMBAHASAN
Ritual poka kaju merupakan sebuah ritual untuk memohon bantuan kepada para leluhur dan penghuni alam lainnya untuk mengizinkan usaha penebangan pohon, menunjukan atau memberikan pohon yang benar dan yang baik, menjauhkan para penebang dari ancaman bala, dan melindungi usaha pekerjaan. Upacara ritual poka kaju ini merupakan upacara wajib dilaksanakan karena tradisi ini merupakan warisan nenek moyang mereka yang harus di jaga dan tetap dilestarikan. Masyarakat Desa Wolotopo beranggapan bahwa ketika upacara ritual Poka Kaju ini tidak dilestarikan atau tidak dilaksanakan, maka usaha penebangan pohon untuk pembuatan sa’o nggua tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik, tidak akan berhasil dan akan mendapatkan musibah besar yaitu seperti angin kencang, hujan deras, badai dilautan dan juga akan kehilangan anak kecil setiap tahunnya (sebagai tumbal) yang dilakukan oleh para penghuni alam semesta yang ada di hutan Desa Wolotopo. Tradisi upacara ritual Poka Kaju ini tetap bertahan di tengah perkembangan zaman yang serba modern yang tentunya berimplikasi pada perubahan perilaku dan tradisi-tradisi yang di bangun sejak dulu. Dalam kehidupan masyarakat Ende khususnya di Desa Wolotopo Kecamatan Ndona. Tradisi ini tetap bertahan karena pada setiap tahunnya masyarakat tetap melestarikan dan melaksanakan tradisi ini pada saat pembuatan atau perbaikan sa’o nggua
(rumah adat) yang sudah mulai rusak. Dalam pelaksanaan tradisi upacara ritual poka kaju ini bukan hanya sebatas tradisi tahunan saja, akan tetapi banyak sekali nilai-nilai yang bisa dipetik oleh seluruh masyarakat yang mengikuti pelaksanaan tradisi upacara ritual poka kaju ini. Karena yang mengikuti acara ini bukan hanya para tokoh adat dan tokoh agama saja tetapi para masyarakat didesa Wolotopo
juga ikut melaksanakan ritual Poka kaju tersebut Sehingga nilai kebersamaan dan kekeluargaan ada dalam pelaksanaan tradisi upacara ritual poka kaju.
Selanjutnya, dalam penelitian ini peneliti juga berhasil mendapatkan data dari hasil wawancara yang berhubungan dengan proses pelaksanaan tradisi upacara ritual poka kaju pada masyarakat Desa Wolotopo Kecamatan Ndona Kabuapten Ende. Hal tersebut terkait dengan masalah proses pelaksanaan tradisi upacara ritual poka kaju yang melalui beberapa tahapan pelaksanaan. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan tokoh adat yaitu mosalaki, wunu koli dan ana po’i selaku tokoh adat utama dan dibantu oleh beberapa tokoh masyarakat.
KESIMPULAN
a. Proses pelaksanaan upacara ritual poka kaju
Adapun tahapan-tahapan pelaksanaan tradisi upacara ritual poka kaju yaitu sebagai beriku:
(1) Pati ka embu mamo (pemberian sesajian khusus kepada para leluhur). (2) Tai ndolu (pemintalan benang) yang akan berfungsi sebagai penggaris atau alat ukur.
(3) Joka taka dan dhali topo (asah kapak dan parang) sebagai proses penajaman parang dan kapak.
(4) Le’a lako (memasuki hutan) proses permohonan sebelum memasuki hutan.
(5) Poka kaju (penebangan pohon) sebagai tahap inti dalam pelaksanaan ritual
(6) Dube nitu (menghalangi roh halus) permohonan kepada leluhur agar diminta perlindungan.
b. Makna yang terkandung dalam ritual poka kaju
Adapun makna-makna yang terkandung dalam ritual adat poka kaju pada
masyarakat Desa Wolotopo Kecamatan Ndona Kabupaten Ende yang diperoleh dari hasil penelitian peneliti yakni sebagai berikut : (1) makna pemohonan,(2) makna kesantunan, (3) makna kepatuhan,(4) makna kebersamaan,(5) makna perjuangan,(6) makna ucapan terima kasih,(7) makna religius.
No comments:
Post a Comment