1.02.2022

DALAM PEMULIHAN PEMBELAJARAN SETELAH PANDEMI (Kebijakan Menerapkan Kurikulum Prototipe)

PG-dalam jangkauan nalar. Menelisik wacana pemberlakukan atau Penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan dan 2022 – 2024. Maka opsi Kurikulum Prototipe sebagai opsi bagi semua satuan Pendidikan.

KEMENTERIANPENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI Penyiapan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Penerapan Kurikulum Prototipe

Strategi ; 1. Fokus kepada pelatihan SDM ○ Meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menerapkan kurikulum prototipe ○ Mempercepat peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan secara masif agar siap menerapkan kurikulum prototipe

2. Mengembangkan komunitas belajar ○ Komunitas belajar dapat terdiri dari guru, KS, PS dari Sekolah Penggerak atau Guru Penggerak ○ Komunitas belajar ini memfasilitasi berbagi praktik baik penerapan kurikulum prototipe

3. Adopsi kurikulum dapat dilakukan secara bertahap (learning journey) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Dukungan GTK Untuk Penerapan Kurikulum

Benang Merah Pengembangan Kurikulum Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya: 1. Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual. 2. Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu. 3. Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.

12.24.2021

MAU BELAJAR MENYENANGKAN ; 8 KETERAMPILAN GURU HARUS KUASAI

 

PG-dalam jangkauan nalar. Bukan menyidur 100% dari hasil sumber yang ditemukan, akan tetapi mengambil posisi pada posisi konsiten menyuarakan sesuatu yang bisa diambil ibrahnya terutama terkait Pendidikan danpembelajaran. Dan situasi ini bukan niat untuk memposisikan diri sebagai sok pintar, hebat dan tidak boleh didebat. Jauh, nun sana…hanya menyambung sesuatu yang harus diketahui demi keberlangsungan kebenaran dan kedamaian alam semesta.

Mengutip abstrak dari sebuah jurnal yang dilayangkan oleh Hasma Nur Jaya Universitas Muhammadiyah Kendari  pada Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol.17 No.1 Tahun 2017 dengan E-ISSN 2614-0578 p-ISSN 1412-5889 23 dengan judul KETERAMPILAN DASAR GURU UNTUK MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG MENYENANGKAN.

12.23.2021

Jurus Menjadi Guru Yang Akan Dirindukan di Era Merdeka Belajar


PG-dalam jangkauan nalar. Coba mengukil dari sumber dunia maya maka ditemukan dari salah satu sumber terpercaya-kompas. Menjadikan Liza Rezeki, guru SMPN 27 Tanjung Jabung Timur, Jambi untuk menyampaikan “guru yang dirindukandi era Merdeka Belajar”

Ungkap Liza tujuh jurus menjadi guru yang akan dirindukan di era Merdeka Belajar oleh siswa: 

12.20.2021

Membuat Kelas Semakin Menarik Saat Mengajar

PG– dalam jangkauan nalar. Selama ini proses belajar mengajar masih berkutat pada guru sebagai pembicara utama dan siswa sebagai penonton. Wajar keluhan terhadap proses pendidikan dan pembelajaran terasa monoton. Bahkan, metode pengajaran juga mempengaruhi hasil  proses pembelajaran di  kelas. 

Sebagai moderator, guru seharusnya mengambil peran penting dalam penyajian materi pembelajaran sehari-hari. Pemberian materi dengan metode pembelajaran yang baru akan meningkatkan semangat  siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Dus, seperti apa metode pembelajaranyang menarik dan pantas untuk siswa sekolah dasar?.

Siswa Sekolah Daras memang seharusnya membutuhkan variasi gaya belajar yang lebih luas bila dibanding dengan jenjang pendidikan lainnya. Ya, tidak lepas dari kebiasaan anak-anak kecil tidak terkecuali anak sekolah dasar suka bermain. Jadi menyajikan metode pembejajaran yang menyenangkan menjadi kunci pembelajaran tersebut di kelas  akan nyaman  bahkan riang bagi anak sekolah dasar. 

11.10.2021

Mengenal Pembelajaran Online berpangkal Sisi Arti dan Cara Kerjanya

Berkat perputaran pesat teknologi, pembudayaan online berlaku bab semenjak penawaran les banyak hukum di seluruh dunia. Mulai semenjak sertifikat, PhD, pembudayaan ritme online yang berpengaruh, dan barang apa di antaranya, memalsukan online tidak percampuran semudah ini!

Ditawarkan oleh beberapa hukum etik teratas dunia, pembudayaan online mendagangkan semua guna mendalam ke perguruan tinggi, dengan keragaman pelengkap semenjak liku-liku kehidupan memalsukan yang disesuaikan dengan urusan kita. Dengan les yang terpendam di setiap mata pelajaran, dan urusan fleksibel yang sepaham dengan budi setiap jenis hidup, reaksi semakin bergeser ke pembudayaan online serupa preferensi yang layak menilik memalsukan di lembaga pendidikan. Itu racun memungkinkan Kita menilik memalsukan di fragmen bagian luar wadah semenjak jurang mendalu, di perguruan tinggi. Kemajuan teknologi periode ini memungkinkan bocah reaksi menilik memalsukan sepenuhnya secara online sambil memamah jagat berkoalisi dengan teman sekelas, menoleh kuliah, dan terjun fragmen bagian dalam kajian tersaku subjek.

Mengungkap Tren Pembelajaran di Masa Depan

 

 1. Kolaborasi Ketika meniru, seseorang wajib melengkapinya pakai spesies lain agar semakin berlebihan sisi pandang. Dengan omongan lain, dibutuhkan kerja sama agar upas menyelipkan resolusi perkara yang beragam. Di kala arah, tuntunan mengenai kerja sama sangat diperlukan ketimbang saling menggurui. Hal itu dikarenakan bagian dalam denyut sensibel dibutuhkan kerja sama menjelang saling menggiatkan pikiran meniru bersama. Seperti kerja sama lulus negara bagian dalam zona ilmiah maju misalnya. Seseorang yang tersampul bagian dalam semacam project ilmu teknologi, tentunya tidak semata-mata tubuh ilmu saja yang tapi juga spesies mulai sejak lulus negara bidang lain wajib turut bekerja sama menjelang menggayuh reaksi yang maksimal. 

11.06.2021

Target Sekolah Adalah Belajar, Bukan Mengajar

 "Instruksi adalah sesuatu yang patut dipuji, namun baik untuk mengingat sekarang dan lagi bahwa tidak ada yang layak belajar dapat dididik."

Oscar Wilde

Instruksi konvensional berpusat di sekitar pendidikan, bukan belajar. Ini keliru mengharapkan bahwa untuk setiap orang mendidik ada satu orang pembelajaran oleh orang-orang yang diperintahkan. Namun, sebagian besar dari apa yang kita sadari sebelumnya, selama, dan setelah pergi ke sekolah dipelajari tanpa diinstruksikan kepada kita. Seorang anak belajar hal-hal penting seperti cara berjalan, berbicara, makan, berpakaian,  dll tanpa ditunjukkan hal-hal ini. Orang dewasa belajar sebagian besar dari apa yang mereka gunakan di tempat kerja atau di rekreasi saat bekerja atau relaksasi. Sebagian besar dari apa yang dididik dalam pengaturan wali kelas diabaikan, dan banyak yang pasti diingat tidak penting. 

10.20.2021

5 Teknik Pengajaran Online Yang Harus Diketahui Instruktur

Terlepas dari apakah Anda berencana untuk mengajar di web atau seorang veteran, Anda ingin menjadi produktif dan kuat. Pemrograman untuk ditayangkan di web memiliki kelebihannya sendiri, terutama jika dibandingkan dengan memfasilitasi persiapan di sekitar. Anda dapat berinteraksi dengan siswa yang tidak terlalu memikirkan area geologis mereka. Selain itu, ini cocok untuk mereka yang memiliki jadwal sibuk, memungkinkan mereka untuk menyelesaikan ilustrasi yang mereka butuhkan dari kenyamanan gadget mereka pada waktu mereka sendiri. Namun, mengajar di web juga menyertai beberapa kesulitan baru bawaan. Tanpa hubungan dekat dan pribadi yang diberikan melalui ruang belajar yang sebenarnya, pendidik online mungkin mengalami masalah dengan gaya belajar baru. 

10.19.2021

7 Strategi Memulai Tahun Ajaran Baru dengan Benar

Pendidik yang berpengalaman menyadari bahwa budaya wali kelas mempengaruhi cara anak-anak merasa tentang kelas dan tentang diri mereka sendiri, dan juga mempengaruhi apakah mereka belajar. Budaya homeroom jauh lebih signifikan di masa pandemi, ketika anak-anak sudah cukup lama putus sekolah. Mereka merindukan teman mereka, merasa terpisah, dan perlu diakui.

Sebagian besar anak-anak sengsara karena bolos sekolah, dan beberapa bahkan membutuhkan bantuan mental. Banyak yang gelisah sehubungan dengan apa yang ada di toko. Berikut adalah catatan penting: Tidak terpikirkan bagi anak-anak untuk menyadari ketika mereka cemas dan stres. Pendidik di setiap cabang pengetahuan dan di semua tingkatan kelas harus membidik pada kemakmuran yang penuh gairah dan bersahabat. Persyaratan untuk SEL meningkat di atas usia, orientasi seksual, dan status keuangan.

10.17.2021

SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL (TIK)


 

 LEMBAR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2021-2022

Mata Pelajaran     : TIK                                                                               Nama :                                                                                                                                                                       

Hari/Tanggal        :                                                                                     Kelas :                                                                                                                                                   

A.    Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf A, B, C atau D pada jawaban yang benar!

10.14.2021

PEMETAAN KD dan Kisi-kisi TIK 2021

 


Nama Sekolah                :

Kelas                                 : V (Lima)

Mata Pelajaran                : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Semester                         : Ganjil

 

KD Pengetahuan

KD Keterampilan

Sumber

3.1. Mengetahui cara menggunakan aplikasi Mail Merge

4.1.Mengoperasikan aplikasi Mail Merge

Kemdikbud

3.2 Mengetahui cara mengopersikan aplikasi Microsoft Excel

4.2. Mengoperasikan aplikasi Microsoft Excel

Kemdikbud

3.3 Mengetahui cara menggunakan aplikasi Browser

4.3. Praktik cara mengoperasikan aplikasi browser

Kemdikbud

10.05.2021

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Sekolah                           : SD Lenterahati Islamic Boarding School
Kelas / Semester             : V (Lima) / I (Satu)
Mata Pelajaran                : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Alokasi Waktu                  : 4x Pertemuan

A.      TUJUAN PEMBELAJARAN

1.       Melalui ceramah, siswa mampu memahami makna Q.S at-Tin

2.       Melalui membaca, siswa mampu menghafal Q.S. At-Tin

3.       Melalui melihat al-Qur’an, siswa mampu menuliskan Q.S At-Tin

4.       Melalui membaca, siswa mampu menuliskan kalimat di surat at-Tin

 

10.04.2021

SILABUS PEMBELAJARAN



Sekolah                             : SD Lenterahati Islamic Boarding School

Mata Pelajaran                : Bahasa Arab

Kelas                                 : 4 (Empat)

Semester                           : 1 (Satu)/Ganjil

 

Kompetensi Inti               :

 

K11

: Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya

KI 2

  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,      teman dan guru dan tetangganya

KI3

  : Memahami pengetahuan faktual dengan cara  mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

KI4

: Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

 

 

10.01.2021

LEMBAR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER (Fikih)

 

LEMBARSOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2021-2022

Mata Pelajaran     : Fikih                                                                             Nama :                                                                                                                                                                       

Hari/Tanggal        :                                                                                     Kelas :                                                                                                                                                   

A.    Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf A, B, C atau D pada jawaban yang benar!


SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL (Akidah Akhlak)


LEMBAR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER G
ANJIL

TAHUN PELAJARAN 2021-2022

Mata Pelajaran     : Akidah Akhlak                                                              Nama :                                                                                                                                                                       

Hari/Tanggal        :                                                                                     Kelas :                                                                                                                                                  

A.      Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf A, B, C atau D pada jawaban yang benar!

RPP Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih dan SKI


 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Sekolah                       :  SD Lenterahati IBS

Kelas /Semester         :  V/Genap

Mata Pelajaran            :  Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih dan SKI

Alokasi Waktu            :  6x pertemuan

 

KOMPETENSI DASAR

 

3.1. Mengetahui kisah keteladanan Nabi Daud as. Nabi Sulaiman a.s, Nabi Ilyas as, Nabi Ilyasa as, dan Nabi Muhammad SAW.

4.1. Menceritakan kisah keteladanan Nabi Daud as. Nabi Sulaiman a.s, Nabi Ilyas as, Nabi Ilyasa as, dan Nabi Muhammad SAW.

SUMMRY BUKU “ANATOMI SISTEM SOSIAL TUGAS FILSAFAT (UTS) "Reknstruksi Menggunakan Nalar Sistem”


 

OLEH :

HUSNULFAIZAH

12K017006

 

 

PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASIPENDIDIKAN

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS MATARAM

2017

Bagian satu: BACKGROUND TEORETIK DAN PERSPEKTIF

Nalar Sistem Sebagai Kerangka Teoretika

            Upaya mengkaji kerangka teoretik yang membentuk “the ideals of sosial order” memilki kaitan erat dengan kerangka teoretik holistik yang menyangkut mengenai manusia dan sistem sosialnya. Sehingga dalam kajian buku Anatomi sistem sosial rekonstruksi dengan mengedepankan nalar sistem mencoba melakukan pendekatan teori sistem untuk membangun kembali  sistem sosial yang idela.

            Dalam ulasan buku M. Husni Muadz tersebut menelaah ilmu sosial yang diharapkan banyak hal yang harus dipertimbangkan terutama dari sisi masyarakat yang hitrogen  dan adanya fenomena sosial, dimana ada hal yang tidak bisa dijelaskan berdasarkan prinsip kausalitas. Misalkan saja adanya perbedaan ketika kita membahas antara fenomena alam dengan fenomena sosial. sehingga untuk mempermudah pengamatan kebagian-bagian terkecil maka pembagian dari sistem yang merupakan hasil dari pendekatan motede ilmiah dalam merekonstruksi sistem sosial yang ideal tersebut. Tentunya bagian-bagian itu bisa berupa sifat, ciri dan perilaku.

            Pola memahami eksistensi sebuah sistem maka pendekatan ilmiah secara konvensional yang kemudian megklaim bahwa perilaku sistem bisa diperediksi dengan melihat kondisi sebelumya dan hukum-hukum yang mengatur transformasinya. Jadi sebuah fenomena sosial tentunya dapat dilihat setelah adanya proses-proses hubungan antar komponen. Lalu pendekatan sistem  sebagai antithesis dari pendekatan reduktif, yang mencoba memahami sistem dengan mengurai komponen-komponenya serta menganalisis struktur komponen tersebut.

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) FILSAFAT DISORGANISASI KELUARGA “(Perceraian)”

  

OLEH :

HUSNUL FAIZAH

12K017006

 

 PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS MATARAM

2018

 

 

OutlinePaper

 

Judul                          : Disorganisasi Keluarga (Perceraian)

Pengantar                    :         Meskipun tidak terdapat pengertian secara otentik tentang perceraian, tidak berati bahwa masalah perceraian ini tidak diatur sama sekali dalam Undang-Undang perkawinan. Bahkan yang terjadi justru sebaliknya, pengaturan masalah perceraian menduduki tempat terbesar. Hal ini lebih jelas lagi apabila kita melihat peraturan-peraturan pelaksanaannya. Dalam konteks Kamus Besar Indonesia perceraian merupakan prihal bercerai antara suami dan istri, yang berasal dari kata “bercerai” diartikan “menjatuhkan talak atau memutuskan hubungan sebagai suami istri”. Menurut KUH Perdata Pasal 207 perceraian merupakan penghapusan perkawinan dengan putusan hakim, atas tuntutan salah satu pihak dalam perkawinan itu berdasarkan alasan-alasan yang tersebut dalam Undang-Undang.

                                                Namun, sebagai umat islam yang me-yakini dan percaya pada kitab Al-qur’an, sehingga menjadikan Al-qur;an sebagaia rujukan atau sumber hukum Islam pertama, dalam banyak kesempatan selalu menyarankan agar suami istri bergaul secara ma’ruf dan jangan menceraikan istri dengan sebab-sebab yang tidak prinsip. Jika terjadi pertengkaran yang sangat memuncak diantara suami istri dianjurkan bersabar dan berlaku baik untuk tetap rukun dalam rumah tangga, tidak langsung membubarakan perkawinan mereka, tetapi hendaklah menempuh usaha perdamaian terebih dahulu dengan mengirim seorang hakim dari keluarga pihak suami dan seorang hakim dari pihak isteri untuk mengadakan perdamaian. Jika usaha ini tidak berhasil dilaksanakan, maka perceraian baru dapat dilakukan.

                                                Oleh karena itu, penulis mencoba kaji lewat paper yang ditugaskan oleh Drs. H. M. Husni Mu’adz, M. A.,Ph. D, dalam hal ini penulis mengangkat tema “disorganisasi keluarga (perceraian). Dengan paper tersebut saya mengemukakan gambaran secara koseptual atau teoritis bagaimana percerain tersebut.

                                                Adapaun, pembahasan dalam paper ini dapat dirincikan secara garis besarnya terdiri tiga bagian antara lain : BAB Satau Pendahuluan, memengemukakan apa yang melatar belakangi penulisan tema paper tersebut, memaparkan rumusan masalah serta tujuan dari penulisan tema tersebut. BAB Dua mengkaji Bahasan terkait Disorganisasi Keluarga (perceraian), yang ditinjau dari sisi pengertian, faktor, dampak dan solusi. BAB Tiga merupakan Penutup berupa kesimpulan terhadap kajian atau bahasan dari tema paper yang penulis angkat.                                          

 

4.10.2019

RPP (Rencana pelaksanaan pembelajaran)


Sekolah                                   : SD LHIBS
Mata Pelajaran                        : PAI-BP
Kelas/Semester                       : 4/1 (Ganjil)
Materi                                      : Makna perilaku amanah
Pembelajaran ke                     : Minggu 6
Alokasi Waktu                          : 4 x 35 menit

A.         Kompetensi Inti (KI)

1.        Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2.        Menunjukkan perilaku jujur,     disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
3.        Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4.        Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.